Rabu, 24 Juli 2013

6 Wasiat Sahabat Umar bin Khathab ra

-- WASIAT UMAR BIN KHATHTHAB RA --



Pada suatu hari, Sayyidina Umar bin Khattab pernah bertutur kepada beberapa orang sahabatnya. "Aku ingin menyampaikan wasiat kepada kalian :

Pertama bila kalian menemukan aib pada diri orang lain, maka galilah aib yang ada pada dalam diri kalian sendiri, karena belum tentu aib kalian lebih sedikit.

Kedua, Bila kalian ingin memusuhi seseorang atau sesuatu, maka musuhilah perutmu, karena tidak ada musuh yang paling berbahaya dari perut kalian sendiri.

Ketiga , bila kalian ingin memuji, pujilah Allah SWT, karena tidak ada sesuatu yang lebih banyak memberi,lebih santun serta lembut kepada kalian selain Dia.

Keempat , bila ada yang ingin kalian tinggalkan, maka tinggalkanlah kesenangan dunia, sebab justru bila kalian tinggalkan, kalian akan terpuji.

Kelima, bila kalian ingin bersiap-siap untuk sesuatu, maka bersiaplah untuk mati. Sebab bila kalian tidak menyiapkan bekal untuk mati, kalian akan menderita, rugi dan penuh penyesalan.

Keenam , bila kalian ingin menuntut sesuatu, maka tuntutlah akhirat, karena kalian takkan mendapatkannya kecuali dengan mencarinya."

...Jika seorang pemimpin mempunyai sifat & perbuatan seperti Khalifah Umar ra, niscaya negara ini akan jaya... & Umat Islam akan makmur....


http://1hati17an.blogspot.com/

TERUSAN SUEZ - Peninggalan Khalifah umar ra.

Banyak yang belum tahu........!!!
TERUSAN SUEZ - Peninggalan Khalifah umar ra.



Terusan Suez Dibuat Oleh Umar Bin Khattab - Di antara kejeniusan Amirul Mukminin Umar bin al-Khatthab adalah gagasan menghubungkan Laut Merah dengan Laut Putih Tengah dengan berbagai potensi domestik yang telah dikenal pada zamannya. Juga kemampuannya mewujudkan proyek tersebut dalam waktu yang relatif singkat sehingga terusan tersebut bisa dilalui kapal-kapal.

Musim dingin tahun 641-642 M, setelah Amru bin Ash ra, wali Mesir kala itu, mendapatkan izin dari Amir Mukminin Umar bin al-Khatthab ra, ia membuka terusan yang menghubungkan antara Laut Qalzim dengan Laut Romawi atau di posisinya sekarang,dikenal dengan nama Terusan Amirul Mukminin.

Al-Qadha’i berkata, Umar bin al-Khatthab telah menginstruksikan kepada Amru bin al-Ash, pada saat musim paceklik untuk mengeruk teluk yang berada di samping Fusthath, kemudian dialiri dengan air dari Sungai Nil hingga Laut Qalzim. Belum sampai setahun, teluk ini pun bisa dilalui oleh kapal dan digunakan untuk mengangkut logistik ke Makkah dan Madinah. Teluk ini pun bisa dimanfaatkan penduduk dua tanah suci tersebut sehingga disebut Teluk Amirul Mukminin. Al-Kindi menuturkan, bahwa teluk tersebut dikeruk pada tahun 32 H dan selesai hanya dalam waktu enam bulan. Kapal-kapal pun sudah bisa lalu lalang menyusuri teluk tersebut hingga sampai di Hijaz pada bulan ketujuh.

Terusan ini sangat membantu penduduk Mesir hingga era Khalifah Abu Ja’far al-Manshur, yang dibendungnya untuk memutus aliran dan dukungan Mesir terhadap perlawanan Muhammad bin Abdullah bin Hasan bin Hasan bin Ali bin Abi Thalib di Hijaz.

Sebagian sumber sejarah juga menyebutkan, bahwa Amru bin al-Ash telah memikirkan untuk menghubungkan dua Laut Putih dan Merah, namun tampaknya yang dimaksud adalah terusan lain, yang membelah antara Selat Timsah dengan Barzakh, antara Mesir dan Sinai hingga Laut Tengah. Hanya saja, rencana ini telah dibatalkan karena pertimbangan militer yang ada pada zamannya.

Pada zaman Khilafah Utsmaniyyah, teluk ini telah dibersihkan tiap tahun. Pada musim dingin, teluk ini biasanya ditutup kemudian dikeruk dan dibersihkan seperti perayaan. Biasanya dilakukan pada bulan Agustus. Lumpur yang dikeruk tersebut kemudian diangkat dan ditimbun di samping kanan-kiri aliran teluk. Pada era Khilafah Utsmaniyyah, teluk ini banyak menarik perhatian penduduk setempat. (Blog lembar kehidupan)

HUKUM di Zaman Khalifah Umar ra

-- HUKUM di Zaman Khalifah Umar ra. ---
Izinkan mericau tentang sebuah kisah keagungan dan keindahan hukum. Agar tetap terjaga harap dan sangka baik untuk negeri ini.


Umar Bin Khattab sedang duduk beralas surban di bebayang pohon kurma dekat Masjid Nabawi. Sahabat di sekelilingnya bersyura’ bahas aneka soal. Tiga orang pemuda datang menghadap; dua bersaudara berwajah marah yang mengapit pemuda lusuh yang tertunduk dalam belengguan mereka.

“Tegakkan keadilan untuk kami, hai Amirul Mukminin,” ujar seorang. “Qishashlah pembunuh ayah kami sebagai had atas kejahatannya!”
Umar bangkit. “Bertakwalah kepada Allah,” serunya pada semua. “Benarkah engkau membunuh ayah mereka wahai anak muda?” selidiknya.
Pemuda itu menunduk sesal. “Benar wahai Amirul Mukminin!” jawabnya ksatria. “Ceritakanlah pada kami kejadiannya!” tukas Umar.
“Aku datang dari pedalaman yang jauh, kaumku memercayakan berbagai urusan muamalah untuk kuselesaikan di kota ini,” ungkapnya. “Saat sampai,” lanjutnya, “kutambatkan untaku di satu tunggul kurma, lalu kutinggalkan ia. Begitu kembali, aku terkejut dan terpana. Tampak olehku seorang lelaki tua sedang menyembelih untaku di lahan kebunnya yang tampak rusak terinjak dan ragas-rigis tanamannya. Sungguh aku sangat marah dan dengan murka kucabut pedang hingga terbunuhlah si bapak itu. Dialah rupanya ayah kedua saudaraku ini.”

“Wahai, Amirul Mukminin,” ujar seorang penggugat, “kau telah mendengar pengakuannya, dan kami bisa hadirkan banyak saksi untuk itu.”
“Tegakkanlah hak Allah atasnya!” timpal yang lain. Umar galau dan bimbang setelah mendengar lebih jauh kisah pemuda terdakwa itu. “Sesungguhnya yang kalian tuntut ini pemuda shalih lagi baik budinya,” ujar Umar, “dia membunuh ayah kalian karena khilaf kemarahan sesaat.”

“Izinkan aku,” ujar Umar, “meminta kalian berdua untuk memaafkannya dan akulah yang akan membayarkan diyat atas kematian ayahmu.”

“Maaf Amirul Mukminin,” sergah kedua pemuda dengan mata masih menyala merah; sedih dan marah, “kami sangat menyayangi ayah kami. Bahkan andai harta sepenuh bumi dikumpulkan untuk membuat kami kaya,” ujar salah satu, “hati kami hanya akan ridha jika jiwa dibalas dengan jiwa!”

Umar yang tumbuh simpati pada terdakwa yang dinilainya amanah, jujur, dan bertanggung jawab; tetap kehabisan akal yakinkan penggugat.

“Wahai Amirul Mukminin,” ujar pemuda tergugat itu dengan anggun dan gagah, “tegakkanlah hukum Allah, laksanakanlah qishash atasku. Aku ridha kepada ketentuan Allah,” lanjutnya, “hanya saja izinkan aku menunaikan semua amanah dan kewajiban yang tertanggung ini.”

“Apa maksudmu?” tanya hadirin. “Urusan muamalah kaumku,” ujar pemuda itu, “berilah aku tangguh 3 hari untuk selesaikan semua. Aku berjanji dengan nama Allah yang menetapkan qishash dalam Al-Qur`an, aku akan kembali 3 hari dari sekarang untuk menyerahkan jiwaku.”

“Mana bisa begitu!” teriak penggugat. “Nak,” ujar Umar, “tak punyakah kau kerabat dan kenalan yang bisa kaulimpahi urusan ini?”
“Sayangnya tidak Amirul Mukminin. Dan bagaimana pendapatmu jika kematianku masih menanggung utang dan tanggungan amanah lain?”
“Baik,” sahut Umar, “aku memberimu tangguh 3 hari, tapi harus ada seseorang yang menjaminmu bahwa kau akan menepati janji untuk kembali.”
“Aku tidak memiliki seorang kerabat pun di sini Hanya Allah, hanya Allah, yang jadi penjaminku wahai orang-orang yang beriman kepada-Nya,” rajuknya.
“Harus orang yang menjaminnya!” ujar penggugat, “andai pemuda ini ingkar janji, siapa yang akan gantikan tempatnya untuk diqishash?”
“Jadikan aku penjaminnya, hai Amirul Mukminin!” sebuah suara berat dan berwibawa menyeruak dari arah hadirin. Itu Salman Al-Farisi.

“Salman?” hardik Umar, “Demi Allah engkau belum mengenalnya! Demi Allah jangan main-main dengan urusan ini! Cabut kesediaanmu!”
“Pengenalanku kepadanya, tak beda dengan pengenalanmu ya Umar,” ujar Salman, “aku percaya kepadanya sebagaimana engkau memercayainya.”

Dengan berat hati, Umar melepas pemuda itu dan menerima penjaminan yang dilakukan oleh Salman baginya. Tiga hari berlalu sudah. Detik-detik menjelang eksekusi begitu menegangkan. Pemuda itu belum muncul. Umar gelisah mondar-mandir. Penggugat mendecak kecewa. Semua hadirin sangat mengkhawatirkan Salman. Sahabat perantau negeri; pengembara iman itu mulia dan tercinta di hati Rasul dan sahabatnya
Mentari di hari batas nyaris terbenam; Salman dengan tentang dan tawakkal melangkah siap ke tempat qishash. Isak pilu tertahan. Tetapi sesosok bayang berlari terengah dalam temaram; terseok, terjerembab, lalu bangkit dan nyaris merangkak. “Itu dia!” pekik Umar.

Pemuda itu dengan tubuh berkuah peluh dan napas putus-putus ambruk di pangkuan Umar. “Maafkan aku,” ujarnya, “hampir terlambat. Urusan kaumku memakan banyak waktu. Kupacu tungganganku tanpa henti hingga ia sekarat di gurun dan terpaksa kutinggalkan, lalu kuberlari.”
“Demi Allah,” ujar Umar sambil menenangkan dan meminumi, “bukankah engkau bisa lari dari hukuman ini? Mengapa susah payah kembali?”
“Supaya jangan sampai ada yang mengatakan,” ujar terdakwa itu dalam senyum, “di kalangan Muslimin tak ada lagi ksatria tepat janji.”
“Lalu kau, hai Salman,” ujar Umar berkaca-kaca, “mengapa mau-maunya kau jadi penjamin seseorang yang tak kaukenal sama sekali?”
“Agar jangan sampai dikatakan,” jawab Salman teguh, “di kalangan Muslimin tak ada lagi saling percaya dan menanggung beban saudara.”
“Allahu Akbar!” pekik dua pemuda penggugat sambil memeluk terdakwanya, “Allah dan kaum Muslimin jadi saksi bahwa kami memaafkannya.”
“Kalian,” kata Umar makin haru, “apa maksudnya? Jadi kalian memaafkannya? Jadi dia tak jadi diqishash? Allahu Akbar! Mengapa?”
“Agar jangan ada yang merasa,” sahut keduanya masih terisak, “di kalangan kaum Muslimin tak ada lagi kemaafan dan kasih sayang.”

Demikian Shalihin-Shalihat kisah kasus hukum di zaman Umar.
Kisah diambil dari buku ‘Menyimak Kicau Merajut Makna’
(lembar kehidupan)

CARA MEMBERANTAS KORUPSI versi UMAR BIN KHATHTHAB RA

Teladani ini wahai para pemimpin
CARA MEMBERANTAS KORUPSI versi UMAR BIN KHATHTHAB RA



----Khalifah Umar r.a dengan harta Gubernur dan pegawainya---
Sahabat Umar bin Khahthtab begitu tegas dan ketat dalam urusan kenegaraan, beliau juga amat ketat dalam meneliti pendapatan dan harta setiap gubernur dan pegawainya. Setiap pegawai yang dilantik akan diminta melakukan perhitungan harta, dan apabila ada peningkatan/pendapatan hartanya akan diperiksa dengan begitu teliti. Jika ada peningkatan/pendapatan harta gubernur , Umar r.a akan mengambil separuh untuk Baitul Mal dan dalam beberapa keadaan Umar r.a mengambil semuanya. [3] Selain itu, Umar r.a turut melakukan kunjungan mengejutkan ke rumah pegawai, untuk memastikan tiada pertambahan harta secara syubhat. [4] (alias KKN )

Berikut beberapa kisah PEMBERANTASAN KKN & Tindakkan-Tindakan yang dilakukan oleh Khalifah Umar ra kepada bawahannya :
1~ Gubernur kerajaan Islam di Mesir pada ketika itu adalah seorang sahabat bernama ‘Amr bin Al-‘As. Yang dilaporkan membuat satu mimbar khusus untuk dirinya di Mesir. Ini menyebabkan Khalifah Umar menjadi marah lalu mengirim surat kepada ‘Amru yang menyebut "Aku mendengar kamu telah membangun satu mimbar yang meninggikan dirimu dari umat Islam, adakah tidak cukup kamu berdiri dan mereka berada di kakimu, aku ingin kamu segera meruntuhkan mimbarmu" [5]

Ketegasan Pemimpin semacam ini dibutuhkan dinegara kita. Tanpa Tembeng aling-aling (jawa) kebenaran ditegakkan oleh Khalifah Umar ra. Semoga sepercik kisah ini bisa sampai ke para pemimpin kita.

2~ Dalam satu keadaan lain, Sa'ad juga dilaporkan membangun pagar di sekitar rumahnya ( di ketika itu amat jarang rumah mempunyai pagar kecuali orang yang kaya), sehingga orang ramai memberi gelar "ISTANA SA'AD". Alasan sahabat Sa'ad membangun pagar yang tinggi agar rumahnya yang berdempetan dengan pasar, tidak bising, minimal dapat menghalang sedikit kebisingan. Ketika berita ini sampai kepada Umar al-Khattab, beliau melihat mudharat pagar itu lebih besar, daripada manfaatnya, lalu dengan segera menyuruh Muhammad bin Maslamah untuk membakar pagar tersebut.[6]

3~ Umar r.a telah melantik Mujasha' bin Mas'ud untuk beberapa tugas, dan kemudian beliau mendapat laporan, bahwa isteri Mujasha' bernama al-Khudayra kerapkali membeli perabot baru dan hiasan dinding. Lalu Umar r.a menghantar surat kepada Mujasha' agar mengeluarkan semua hiasan dinding. Mujasha' menerima surat itu ketika bersama orang banyak, lalu dengan segera Mujasha’ menyuruh isterinya keluar ,lalu meminta orang disekitarnya masuk ke rumah dan membantu mengeluarkan dan menurunkan semua hiasan dinding yang baru yang dibeli isterinya[7].

* Sebenarnya, Khalifah Umar r.a sudah tahu semua hiasan tadi dibeli dengan harta syubhat (KKN) karena kunjungan Mujasha', oleh sebab itu khalifah melakukan sedemikian iti. Anda juga boleh melihat betapa kuatnya taat dan yakinnya para pegawai dengan keikhlasan dan kejujuran Umar r.a.

4~ Khalifah Umar r.a pernah melawat pegawai-pegawainya di Syria, dan kemudian Yazid Bin Abi Sufyan menjemputnya datang ke rumah, ketika Umar r.a memasuki rumah lalu dilihatnya penuh dengan hiasan dinding bergantungan. Khalifah Umar r.a kemudian mengambilnya sambil berkata "barang-barang ini boleh digunakan oleh rakyat jelata untuk melindungi diri mereka dari kesejukan dan panas" [8]

5~ Khalifah Umar r.a juga pernah mengambil beberapa bagian harta kakak beradik Gubenurnya dan pegawainya apabila hasil penyelidikannya mendapati keraguan. Contohnya seperti beliau mengambil sebahgian dari harta Abu Bakrah. Namun Abu Bakrah mencoba membantah dengan mengatakan "aku tidak pernah berkhidmat (berkianat) denganmu (sebagai pegawai kerajaan)"
Khalifah Umar r.a menjawab "Ya benar, tetapi adikmu berkhidmat (berkianat) dengan sebagai penyelia (mengutil) Baitul Mal, dan kemudian adikmu telah memberikan beberapa pinjaman kepadamu agar kamu boleh berniaga dengannya" [9]

#‎#Kesimpulannya##
Apa yang di lakukan oleh Khalifah Umar ra, tujuannya bukan lain agar siapa saja yang menduduki Jabatan dalam pemerintahannya, harus “AMANAH”. Jangan mengambil kesempatan dalam kesempitan. Aji mumpung seperti di Negara kita ini. Melipat gandakan kekayaan dalam waktu singkat, karena ada kesempatan menjadi pejabat Negara.
Seandainya para pemimpin kita menteladani cara bertindak Khalifah Umar yang pasti dalam hitung sesaat, negara ini akan lepas dari KKN.

Ibnu Taimiyah mengulas beberapa tindakan Khalifah Umar r.a tadi, tujuannya membuang segala keraguan rakyat terhadap pendapatan para gubernur dan pegawainya, yang mungkin menjadi kebiasaan diberi hadiah oleh rakyat jelata disebabkan oleh jabatannya.[10]

Cinta Sejati Sahabat Abu Bakar kepada Nabi saw

- BUKTI CINTA SEJATI -
SAHABAT ABU BAKAR ra kepada RASULULLAH SAW
( Kisah Singkatnya )




Dalam Gua Tsur Nabi Muhammad saw dan Abu Bakar ra bersembunyi dari kejaran kaum Quraisy. Rasa lelah mengharuskan mereka beristirahat. Dan Abu bakar punmempersilahkan kedua pahanya untuk dijadikan bantalan kepala Rasulullah. Keadaan begitu hening saat keduanya melepas lelah. Rasulullah saw memejamkan matanya sementara Abu Bakar ra mengawasi. Dalam penggalan waktu istirahat mereka, Abu Bakar yang terjaga melihat ular mendekati tempat mereka berdua.

Keringat dingin mengucur dari dahinya saat ular itu semakin mendekati kakinya. Hingga akhirnya sang ular menusukan taring tajamnya pada salah satu kaki Abu Bakar ra. Abu bakar berusaha menahan sakit dengan tidak menggerakan tubuhnya. Matanya berderai merasakan betapa sakit luka yang di derita. Hingga Rasululloh terbangun dan terkejut melihat keadaan sahabatnya. Sambil menahan rasa sakit bertuturlah Abu Bakar tentang peristiwa yang menimpanya.

Kemudian Rasululloh berkata “Mengapa engkau tidak menghindarinya?” Sambil menahan rasa sakit Abu Bakar ra menjawab “Jika aku menggerakan kakiku, aku takut mengganggu istirahat engkau ya Rasulullah.”

--- Memahami Cinta & Pengorbanan ---
Itulah sepenggal kisah cinta dua orang kekasih Allah.
Pengorbanan Abu bakar ra adalah buah dari ketulusan cinta kepada Rasulullah saw. Dan memang seperti itulah seharusnya cinta, ia adalah manifestasi pengorbanan dari sang pecinta kepada yang dicintainya.
Pengorbanan menjadi salah satu tolak ukur kedalaman cinta seseorang. Sementara tingkatan tertingginya adalah saat sang pencinta mengorbankan sesuatu yang paling berharga yang dimilikinya demi kebahagiaan orang yang dicintai.

--- Para Pecinta Sejati ---
- Ibrahim as mematuhi perintah Allah untuk menyembelih anak kesayangannya Ismail as karena cinta, walau saat penyembelihan Allah mengganti dengan seekor domba.
- Abdurahman Bin Auf mendermakan seluruh hartanya karena cinta,
- Ali Bin Abi Thalib menggantikan tidur Nabi saat hijrah karena cinta.
- Khansa menyuruh ketiga putranya berjihad di medan perang karena cinta.
- Para sahabat Rasulullah berperang demi tegaknya keadilan Islam dengan menggadaikan harta dan jiwa mereka karena cinta.

Cinta suci nan hakiki yakni Cinta untuk yang menciptakan cinta, Allah swt. Tak ada parameter yang paling akurat menilai seberapa dalam cinta seseorang kecuali pengorbanan.

Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikit pun tidak merubah (janjinya),
( QS.Al Ahzab :23 )

-- Kebahagiaan & Cinta --
Begitu pula cinta kita kepada manusia, kepada orang tua, pasangan hidup, anak-anak, sahabat dan lainnya. Kebahagiaan bagi pecinta sejati adalah saat ia mampu mempersembahkan kebahagiaan bagi orang yang dicintainya walaupun terkadang harus ditukar dengan sesuatu yang paling berharga yang ia miliki.

Seorang ibu yang sering kali tak peduli dengan keadaan dirinya asalkan anaknya bahagia adalah bentuk pengorbanan atas nama cinta. Seorang ayah bersusah payah bekerja menafkahi keluarganya adalah bentuk pengorbanan atas nama cinta

Cinta dan pengorbanan adalah dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan satu sama lainnya, sayap bagi sang burung untuk menjelajahi cakrawala, angin yang menerbangkan serbuk sari pada sang bunga, embun yang menghadiahi pagi dengan kesegarannya dan ruh bagi raga yang dicipta-Nya.

Semoga kita bisa meneladani CINTA yang sesungguhnya yang dilakukan para sahabat kepada Nabi Muhammad saw.

Silahkan LIKE & SHARE.......... sebagai ungkapan SYUKUR anda
jANGAN lupa bergabung dengan FP ini sebagai bukti cinta...

Rasulullah SAW. dengan Pengemis Yahudi yang buta

Teladani Kisah Indah Yang Mengharukan ini
- Rasulullah SAW. dengan Pengemis Yahudi yang buta -



Di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap harinya selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya, "Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya".

Namun, setiap pagi Muhammad Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawakan makanan, dan tanpa berucap sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapkan makanan yang dibawanya kepada pengemis itu sedangkan pengemis itu tidak mengetahui bahwa yang menyuapinya itu adalah Rasulullah SAW.

Rasulullah SAW melakukan hal ini setiap hari sampai beliau wafat.
Setelah wafatnya Rasulullah SAW praktis tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu.

Suatu hari sahabat terdekat Rasulullah SAW yakni Abubakar RA berkunjung ke rumah anaknya Aisyah RA yan g tidak lain tidak bukan merupakan istri Rasulullah SAW dan beliau bertanya kepada anaknya itu,
"Anakku, adakah kebiasaan kekasihku yang belum aku kerjakan?".

Aisyah RA menjawab, "Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah dan hampir tidak ada satu kebiasaannya pun yang belum ayah lakukan kecuali satu saja". Apakah Itu?", tanya Abubakar RA.
"Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi keujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang ada di sana", kata Aisyah RA.

Keesokan harinya Abubakar RA pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu. Abubakar RA mendatangi pengemis itu lalu memberikan makanan itu kepadanya. Ketika Abubakar RA mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil menghardik,
"Siapakah kamu ?".

Abubakar RA menjawab, "Aku orang yang biasa."
"Bukan! Engkau bukan ora! ng yang biasa mendatangiku", bantah si pengemis buta itu.
"Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut setelah itu ia berikan padaku", pengemis itu melanjutkan perkataannya.

Abubakar RA tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu,
"Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW".

Seketika itu juga pengemis itu pun menangis mendengar penjelasan Abubakar RA, dan kemudian berkata :
"Benarkah demikian ? Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia....
" Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abubakar RA saat itu juga dan sejak hari itu menjadi muslim.
Nah, wahai saudaraku, bisakah kita meneladani kemuliaan akhlaq Rasulullah SAW? Atau adakah setidaknya niatan untuk meneladani beliau?

Beliau adalah ahsanul akhlaq, semulia-mulia akhlaq.
Kalaupun tidak bisa kita meneladani beliau seratus persen, alangkah baiknya kita berusaha meneladani sedikit demi sedikit, kita mulai dari apa yang kita sanggup melakukannya.

Semoga di hari Nfshu Sya'ban ini terbkalah hati kita, untuk mencintai & meneladani Rasulullah saw.

Semoga bermanfaat

http://1hati17an.blogspot.com/

Kisah Inspiratif WANITA & PENGEMIS

Kisah Inspiratif
WANITA & PENGEMIS



Suatu hari, sepasang suami istri sedang makan di rumahnya. Tiba-tiba pintu rumahnya diketuk seorang pengemis. Melihat keadaan si pengemis itu, si istri merasa terharu dan bermaksud memberikan sesuatu.

Tetapi sebagai seorang wanita baik dan patuh pada suaminya, ia meminta izin terlebih dahulu, "Suamiku, bolehkah aku memberi makanan kepada pengemis itu?"

Rupanya sang suami memiliki karakter yang berbeda dgn wanita ini. Dgn suara lantang dan kasar, ia menjawab, "Jangan! Usir saja, dan tutup pintu!"

Wanita berhati baik ini terpaksa tidak memberikan apa-apa kepada si pengemis tadi. Seiring berjalannya waktu, lelaki ini bangkrut, kekayaannya habis, dan ia menanggung banyak hutang. Selain itu, karena ketidak bersesuaian sifat dengan istrinya, rumah tangganya tidak aman dan diakhiri dengan perceraian.

Beberapa tahun kemudian bekas istri lelaki bangkrut itu menikah lagi dengan seorang saudagar di kota dan hidup berbahagia. Pada suatu hari, ketika wanita itu sedang makan dengan suami barunya, tiba-tiba ia mendengar pintu rumahnya diketuk orang. Setelah pintu dibuka ternyata tamu tak diundang itu adalah pengemis yang keadaanya membuat hati wanita tadi terharu. Ia pun berkata kepada suaminya, "Suamiku, bolehkah aku memberikan sesuatu kepada pengemis ini?"

"Ya, beri pengemis itu makan sayang!"

Setelah memberi makanan kepada pengemis itu, istrinya masuk ke dalam rumah sambil menangis. Dengan rasa heran suaminya bertanya, "Mengapa kau menangis? Apakah karna aku menyuruhmu memberikan daging ayam kepada pengemis itu?"

Wanita itu menggeleng lemah, lalu berkata dengan sedih, "suamiku, aku sedih dengan perjalanan takdir yang sungguh menakjubkan. Tahukah engkau siapa pengemis yang ada di luar itu? Dia adalah suamiku yang pertama."

Mendengar keterangan ini, sang suami sedikit terkejut, tapi segera balik bertanya, "Taukah kau siapakah aku yang kini menjadi suamimu ini ? Aku adalah pengemis yang dulu diusirnya!?"

( Sent by: e-ketawa )

Dunia in berputar mengikuti Taqdir Ilahi, hari ini kita bisa berada diatas, sejam atau esok kita bisa dibawah.
Tanamlah banyak kebaikan selagi ada kesempatan agar berbuah manis pada suatu hari...

http://1hati17an.blogspot.com/

KAROMAH KHALIFAH UMAR RA

<-- KAROMAH KHALIFAH UMAR RA -->
Yang Menyalahi adat (nyeleneh) hingga dianggap gila



Memang betul, Khalifah Umar bin Khaththab telah berubah ingatan. Banyak yang melihatnya dengan mata kepala sendiri. Barangkali karena Umar di masa mudanya sarat dengan dosa, seperti merampok, mabuk-mabukkan, malah suka mengamuk tanpa berperi kemanusiaan, sampai orang tidak bersalah banyak yang menjadi korban. Itulah yang mungkin telah menyiksa batinnya sehingga ia ditimpa penyakit jiwa.

Dulu Umar sering menangis sendirian sesudah selesai menunaikan salat. Dan tiba-tiba ia tertawa terbahak-bahak, juga sendirian. Tidak ada orang lain yang membuatnya tertawa. Bukankah hal itu
merupakan isyarat yang jelas bahwa Umar bin Kaththab sudah gila ?

Abdurrahman bin Auf, sebagai salah seorang sahabat Umar yang paling akrab,merasa tersinggung dan sangat murung mendengar tuduhan itu. Apalagi, hampir semua rakyat Madinah telah sepakat menganggap Umar betul-betul sinting. Dan,sudah tentu, orang sinting tidak layak lagi memimpin umat atau negara.

Yang lebih mengejutkan rakyat, pada waktu melakukan salat Jum'at yang lalu,ketika sedang berada di mimbar untuk membacakan khotbahnya, sekonyong-konyong Umar berseru, "Hai sariah, hai tentaraku. Bukit itu, bukit itu, bukit itu !"

Jamaah pun geger. Sebab ucapan tersebut sama sekali tidak ada
kaitannya dengan isi khotbah yang disampaikan. "Wah, khalifah kita benar-benar sudah gila," gumam rakyat Madinah yang menjadi makmum salat Jumat hari itu.

Tetapi Abdurrahman tidak mau bertindak gegabah, ia harus tahu betul, apa sebabnya Umar berbuat begitu. Maka didatanginya Umar, dan ditanyainya,"Wahai Amirul Mukminin. Mengapa engkau
berseru-seru di sela-sela khotbah engkau seraya pandangan engkau menatap kejauhan ?"

Umar dengan tenang menjelaskan, "Begini, sahabatku. Beberapa pekan yang lewat aku mengirimkan ke Suriah, pasukan
tentara yang tidak kupimpin langsung, untuk membasmi kaum pengacau. Tatkala aku sedang berkhotbah, kulihat pasukan itu dikepung musuh dari segala penjuru. Kulihat pula satu-satunya benteng untuk mempertahankan diri adalah sebuah bukit dibelakang mereka. Maka aku berseru: bukit itu,bukit itu, bukit
itu!"

Setengah tidak percaya, Abdurrahman megerutkan kening. "Lalu, mengapa engkau dulu sering menangis dan tertawa sendirian selesai melaksanakan shalat fardhu?" tanya Abdurrahman pula.

Umar menjawab, "Aku menangis kalau teringatkebiadabanku sebelum Islam. Aku pernah menguburkan anak perempuanku hidup-hidup. Dan aku tertawa jika teringat akan kebodohanku. Kubikin patung dari tepung gandum, dan kusembah-sembah seperti Tuhan."

Abdurrahman lantas mengundurkan diri dari hadapan Khalifah Umar. Ia belumbisa menilai, sejauh mana kebenaran ucapan Umar tadi. Ataukah hal itu justru lebih membuktikan ketidakwarasannya sehingga jawabannya pun kacau balau ? Masak ia dapat melihat pasukannya yang terpisah amat jauh dari masjid tempatnya berkhotbah ?

Akhirnya, bukti itupun datang tanpa dimintanya. Yaitu manakala sariah yang kirimkan Umar tersebut telah kembali ke Madinah. Wajah mereka berbinar-binar meskipun nyata sekali tanda-tanda kelelahan dan bekas-bekas luka yang diderita mereka. Mereka datang membawa kemenangan.

Komandan pasukan itu, pada hari berikutnya, bercerita kepada masyarakat Madinah tentang dasyatnya peperangan yang dialami mereka. "Kami dikepungo leh tentara musuh, tanpa harapan akan dapat meloloskan diri dengan selamat. Lawan secara beringas menghantam kami dari berbagai jurusan. Kami sudah luluh lantak. Kekuatan kami nyaris terkuras habis. Sampai tibalah saat shalat Jumat yang seharusnya kami kejakan. Persis kala itu, kami mendengar sebuah seruan gaib yang tajam dan tegas:

"Bukit itu, bukit itu, bukit itu!" Tiga kali seruan tersebut diulang-diulang sehingga kami tahu maksudnya. Serta-merta kami
pun mundur ke lereng bukit. Dan kami jadikan bukit itu sebagai pelindung di bagian belakang. Dengan demikian kami dapat menghadapi serangan tentara lawan dari satu arah, yakni dari depan. Itulah awal kejayaan kami."

Abdurrahman mengangguk-anggukkan kepala dengan takjub. Begitu pula masyarakat yang tadinya menuduh Umar telah berubah ingatan.
Abdurrahman kemudian berkata, "Biarlah Umar dengan
kelakuannya yang terkadang menyalahi adat. Sebab ia dapat melihat sesuatu yang indera kita tidak mampu melacaknya"

Dari buku Kisah Teladan - K.H. Abdurrahman Arroisi

Kisah Sahabat Muawiyah ra - Kematiannya Dinaungi 70.000 Malaikat


















KISAH SAHABAT MUAWIYAH RA
( Kematiannya Dinaungi 70.000 Malaikat berkat mengamalkan Surat Al Ikhlash )
Diriwayatkan oleh Anas bin Malik r.a.
Pada suatu pagi Rasulullah SAW bersama dengan sahabatnya Anas bin Malik r.a. melihat suatu keanehan. Bagaimana tidak, matahari terlihat begitu redup dan kurang bercahaya seperti biasanya.

Tak lama kemudian Rasulullah SAW dihampiri oleh Malaikat Jibril.

Lalu Rasulullah SAW bertanya kepada Malaikat Jibril : “Wahai Jibril, kenapa Matahari pagi ini terbit dalam keadaan redup ? Padahal tidak mendung ?”

“Ya Rasulullah, Matahari ini nampak redup karena terlalu banyak sayap para malaikat yang menghalanginya.” jawab Malaikat Jibril.
Rasulullah SAW bertanya lagi : “Wahai Jibril, berapa jumlah Malaikat yang menghalangi matahari saat ini?”

“Ya Rasulullah, 70 ribu Malaikat.” jawab Malaikat Jibril.
Rasulullah SAW bertanya lagi : “Apa gerangan yang menjadikan Malaikat menutupi Matahari ?”

Kemudian Malaikat Jibril menjawab : “Ketahuilah wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah SWT telah mengutus 70 ribu Malaikat agar membacakan shalawat kepada salah satu umatmu.”
“Siapakah dia, wahai Jibril?” tanya Rasulullah SAW.
“Dialah Muawiyah…!!!” jawab Malaikat Jibril.

Rasulullah SAW bertanya lagi : “Apa yang telah dilakukan oleh Muawiyah sehingga saat ia meninggal mendapatkan kemuliaan yang sangat luar biasa ini?”

Malaikat Jibril menjawab : “Ketahuilah wahai Rasulullah, sesungguhnya Muawiyah itu semasa hidupnya banyak membaca Surat Al-Ikhlas di waktu malam, siang, pagi, waktu duduk, waktu berjalan, waktu berdiri, bahkan dalam setiap keadaan selalu membaca Surat Al-Ikhlas.”

Malaikat Jibril melanjutkan penuturannya : “Dari itulah Allah SWT mengutus sebanyak 70 ribu malaikat untuk membacakan shalawat kepada umatmu yang bernama Muawiyah tersebut.”

*makna malaikat membacakan shalawat pada Muawiyah ra adalah mendoakan & menghormatinya karena Keagungan & Berkah dari Surat Al Ikhlash.

Siapakah sahabat Muawiyah ra ini, insya Allah akan kami sajikan setelah ini.

Segera Gabung,
agar anda selalu mendapat postingan terbaru
Semoga bermanfaat...

- 5 KEKUATAN PADA DIRI MANUSIA YANG SALING TARIK ULUR -

- 5 KEKUATAN PADA DIRI MANUSIA YANG SALING TARIK ULUR -




Sayyidina Abu Bakar r.a. berkata,

" Sesungguhnya iblis berdiri di depanmu, jiwa di sebelah kananmu, nafsu di sebelah kirimu, dunia di belakangmu dan semua anggota tubuhmu berada di sekitar tubuhmu. Sedangkan Allah di atasmu.

Sementara Iblis terkutuk mengajakmu meninggalkan agama,
Jiwa mengajakmu ke arah maksiat,
Nafsu mengajakmu memenuhi syahwat,
Dunia mengajakmu supaya memilihnya daripadaakhirat dan
Anggota tubuh mengajakmu melakukan dosa.
Dan Tuhan mengajakmu masukSyurga serta mendapat keampunan-Nya, sebagaimana firmannya yang bermaksud,"....Dan Allah mengajak ke Syurga serta menuju keampunan-Nya..."

Siapa yang memenuhi ajakan Iblis,
maka hilang agama dari dirinya.

Siapa yang memenuhi ajakan Jiwa,
maka hilang darinya nilai nyawanya.

Siapa yang memenuhi ajakan Nafsunya,
maka hilanglah akal dari dirinya.

Siapa yang memenuhi ajakan Dunia,
maka hilang akhirat dari dirinya.

Dan siapa yang memenuhi ajakan Anggota Tubuhnya,
maka hilang syurga dari dirinya.

Dan siapa yang memenuhi ajakan Allah S.W.T., maka hilang dari dirinya semua kejahatan dan ia memperolehi semua kebaikan."

Iblis adalah musuh manusia, sementara manusia adalah sasaran iblis. Oleh itu, manusia hendaklah senantiasa berwaspada sebab iblis sentiasa melihat tepat pada sasarannya. ********

( http://1hati17an.blogspot.com/ )

-- SEJARAH ASAL USUL IBLIS ----- (1)

Asal nama IJAJIL
tanbihun.com - Dalam aneka sastra Jawa, seperti pada SERAT RENGGANIS, SERAT AMBIYA, dll, nama ini sering dipakai sebagai nama sumber kejahatan. Aslinya mengadopsi dari bahasa Arab/ Suryani/ Ibrani: IZAZIL atau AZAZIL/ AZAZEL (ﻋﺯﺍﺯﻴﻞ).

Nama Azazil dapat kita temukan dalam beberapa kitab tafsir, diantaranya dalam kitab Tafsir Ibnu Katsier, (Mujallad I-1/76 – 77), Tafsir Al- Khozin – Tafsir Al- Baghowi (I-1/48). Nama ini juga ada dalam legenda Yahudi dan digambarkan sebagai SETAN berbadan domba jantan.

Azazil adalah seorang Malaikat?
Ibnu Katsier dan penafsir lainnya menulis bahwa Azazil adalah seorang Malaikat yang rupawan dengan memiliki empat sayap, bahkan menjadi Sayyidul Malaaikat sebagai pemimpin malaikat KARUBIYYIN dan juga mendapat tugas sebagai Khoziin al- Jannah (Bendaharawan sorga) selama beberapa puluh ribu tahun sebelum membangkang kepada Allah (Hadist riwayat Ibnu Abbas dari Muhammad bin Ishaq, dari Kholad, dari Ibnu ‘Atho’, dari Thowus, dan dari beberapa hadist yang lain).

Namun kalau dihadapkan pada ayat: “Laa ya’shuunalloha maa amarohum wayaf’aluuna maa yu’marun..” = “.. dan para malaikat itu tidak akan mendurhakai Allah dan mereka akan selalu melaksanakan apa yang diperintahkan…”.(At- Tahriim 6),

maka IJAJIL ini mungkin hanya hidup dekat dengan para malaikat tapi ia sendiri BUKAN MALAIKAT, namun level ibadahnya setara dengan malaikat, seperti JIBRAIL- IZRAIL- ISROFIL, MIKAIL dll.

Dan ini bersesuaian dengan pernyatan Iblis sendiri: “Kholaqtanii min naar “= “Engkau Ciptakan aku dari api…”, sedangkan kita tahu para malaikat itu diciptakan dari NUR., bukan dari api.
Dalam ayat lain disebutkan: ” Kaana minal Jinn” = Iblis itu bagian dari bangsa Jin…” (Al- Kahfi 51)

Demikian juga mereka berkeluarga dan punya anak turun temurun seperti IFRIT (An- Naml 39), sebagaimana disampaikan oleh Imam Mujahid dan Qotadah : “Innahum yatawalladuuna kama yatawalladu banuu Adam” – tidak sebagaimana malaikat yang tidak beranak tidak beristri.
(Al- Khoziin/ Al- Baghowi III-1/212 – 216 / Surat Al- Kahfi 50).

Namanya berubah menjadi Iblis
Ketika Allah menciptakan Adam A.S sebagai calon kholifah di bumi dan memerintahkan seluruh malaikat untuk SUJUD HORMAT (bukan sujud menyembah) kepada Adam yang telah diberikan beberapa kelebihan ilmu, maka seluruh malaikat pun bersujud, menghormat Adam, kecuali IJAJIL, karena dipengaruhi oleh watak aslinya, yakni: DENGKI (hasad) dan SOMBONG (takabbur).

Dia menolak karena Adam hanyalah makhluq yang diciptakan dari tanah, sedang dia diciptakan dari api. “Abaa wastakbaro wakaana minal kaafiriin = Dia menolak dan menyombongkan diri, maka dia termasuk kedalam kelompok mereka- mereka yang kafir”
(Al- Baqoroh 34).

Maka sejak pembangkangan dan kesombongannya itu runtuhlah kemuliaan dan ketinggian namanya (Ibrani: Aza = Izzah = mulia, El = Eli= Allah ==>Azazil = makhluk yang dimuliakan Allah).

Rupanya pun berubah buruk menakutkan dan sebutan panggilannya diganti oleh Allah menjadi IBLIS laknatullah, dari kalimat BALASA yang artinya adalah “terputus dari rahmat Allah”.

Maka siapapun, bahkan termasuk makhluq yang pada awalnya mulia seperti Ijajil yang amaliyahnya setara atau bahkan mengungguli amaliyah para malaikat, apabila dia melakukan dua hal tersebut diatas, yakni:
1- Abaa (membangkang), dan
2- Istakbaro (pembangkangannya dilakukan karena kesombongan hatinya), maka akan jatuhlah ia pada kekafiran,
naudzu billaahi mindzaalik.

- Iblis, bapak segala setan, hidup sampai akhir zaman -

Karena pembangkangannya, maka Allahpun melaknatinya dan mengancam siapapun yang ikut membangkang bersama dia dengan firman Nya:
“Sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi neraka jahannam dengan jenis kamu dan segala orang- orang yang mengikuti kamu diantara mereka semuanya” (Shood 85).

Karena ia menganggap kemuliaannya runtuh gara- gara Adam, iapun mendendam dan bersumpah akan menggoda dan merayu Adam dan seluruh keturunannya, kecuali mereka- mereka yang hatinya bersih dan ikhlas. (Shod 83).

” Maka segala godaan dan rayuan tak akan mempan menghadapi orang- orang yang hati dan jiwanya bersih. Untuk melampiaskan dendamnya, ia memohon kepada Allah agar kematiannya ditunda sampai hari kiamat, iapun memohon:
“Ya Tuhanku, (kalau begitu) maka beri tangguhlah kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan”. (Al- Hijr 36/ Shod 79).
Allah mengabulkan permintaan Iblis tersebut dengan firman Nya:
“Sesungguhnya kamu termasuk golongan yang ditangguhkan (ajalnya). Sampai waktu yang telah dimaklumi (yakni hari kiamat)”. QS. Shod 80 – 81.

Demikianlah, Iblis dan segala zuriyatnya tak akan mati dan terus beranak pinak sampai hari kiamat tiba, dan terus menerus tanpa kenal lelah akan menggoda dan merayu zurriyyat Adam.
Semoga Allah menjadikan hati kita bersih dan ikhlas dalam beramal sehingga kita dapat selamat dari rayuan gombal keturunan IJAJIL. Amiin.
_______________________________________
Oleh: KH.Khaeruddin Khasbullah - tanbihun.com

(gUS iS -http://1hati17an.blogspot.com/)



Kisah Asal Usul Adzan

Kalimat demi kalimat dalam azan awalnya berasal dari mimpi seorang sahabat, dan ketika mimpi itu diceritakan kepada Rasulullah SAW, Beliau menyetujuinya.

SEBAB ADANYA AZAN
Allah SWT berfirman,
"Dan apabila kamu menyeru untuk sembahyang, mereka menjadikannya buah ejekan dan permainan. Yang demikian itu karena mereka benar-benar kaum yang tidak mau mempergunakan akal."
(QS. Al Maidah: 58).

Ayat tersebut di atas sekaligus menjadi sebab turunnya azan sebagai pertanda penggilan shalat. Disebutkan pada masa berkembangnya Islam di Madinah, penduduk setempat tersebar di seluruh kota. Kesibukan yang tinggi dikhawatirkan menjadi potensi lupa atau kelalaian untuk melaksanakan shalat pada waktunya.
Kalau ini terjadi terus menerus, maka ini menjadi satu persoalan yang cukup berat yang perlu segera dicarikan jalan keluarnya.

MIMPI SAHABAT
Kondisi ini membuat para sahabat bermusyawarah untuk menentukan cara yang paling baik yang dapat digunakan sebagai pertanda waktu shalat telah datang.
Menurut kisah, pada awalnya Rasulullah SAW menyetujui bunyi lonceng sebagai pertanda shalat, namun pada akhirnya beliau tidak menyukai karena lebih mirip pada orang-orang Nasrani.

Dijelaskan Abdullah bin Zaid, pada suatu malam ketika ia tidur, tiba-tiba bermimpi bertemu dengan seorang laki-laki yang menggunakan pakaian hijau. Laki-laki itu mengelilinginya dengan membawa lonceng di tangannya.
Abdullah bin Zaid lalu menegurnya,
"Hai hamba Allah, apakah lonceng ini akan kamu jual?" tanyanya.
"Akan kamu pergunakan untuk apa lonceng ini," jawab laki-laki itu.
"Akan aku pakai untuk memanggil orang untuk shalat," ujar Abdullah.
Laki-laki itu terdiam sesaat lalu memberikan saran kepada Abdullah.
"Maukah engkau aku tunjukkan cara yang lebih baik dari itu?" tanya laki-laki itu.
"Baiklah, tunjukkan kepadaku," jawab Abdullah.
Laki-laki itu lantas mengucap azan yang diawali dengan Allahu Akbar dan diakhiri dengan Laa Ilaaha Illallah.

Rasulullah SAW Menyetujui
Setelah mengalami mimpi itu, pagi harinya Abdullah menemui Rasulullah SAW dan menyampaikan mimpi tersebut. Kemudian Rasulullah SAW bersabda,
"Sesungguhnya mimpi kamu itu adalah mimpi yang benar, Insya Allah, berdirilah bersama Bilal dan sampaikanlah kepadanya apa yang kamu mimpikan, karena Bilal itu lebih keras suaranya daripada kamu."

Lalu Abdullah menemui Bilal dan menyampaikan kepadanya apa yang dimimpikan itu. Kemudian Bilal pun melakukan Azan dengan kalimat-kalimat itu. Suara azan Bilal itu terdengar keras ke penjuru kota, lalu tidak lama kemudian Umar bin Khattab yang semula di rumah mendadak ke luar sambil membawa selendangnya.

Mendengar suara azan itu, Umar bin Khattab bersumpah atas nama Allah bahwa kalimat dalam azan itu juga ia mimpikan semalam.
"Demi Allah, yang telah mengutus Muhammad dengan benar. Sungguh akupun telah mimpi, persis seperti yang ia mimpikan," kata Umar bin Khattab.
Lalu Rasulullah SAW mengucapkan," Alhamdulillah."
(HR. Abu Dawud).


Selasa, 23 Juli 2013

TANGISAN SAYYIDINA UMAR RA


-- TANGISAN SAYYIDINA UMAR RA -- 

.................(perbandingan dunia & akhirat)...............



















Pernahkah anda membaca dalam riwayat akan Umar bin Khatab menangis ? Umar bin Khatab terkenal gagah perkasa sehingga disegani lawan maupun kawan.

Bahkan konon, dalam satu riwayat, Nabi menyebutkan kalau Syeitan pun amat segan dengan Umar sehingga kalau Umar lewat di suatu jalan, maka Syeitan pun menghindar lewat jalan yang lain.
Terlepas dari kebenaran riwayat terakhir ini, yang jelas keperkasaan Umar sudah menjadi buah bibir di kalangan umat Islam. Karena itu kalau Umar sampai menangis tentulah itu menjadi peristiwa yang menakjubkan.

Mengapa "singa padang pasir" ini sampai menangis ? Umar pernah meminta izin menemui rasulullah. Ia mendapatkan beliau sedang berbaring di atas tikar yang sangat kasar. Sebagian tubuh beliau berada di atas tanah. Beliau hanya berbantal pelepah kurma yang keras. Aku ucapkan salam kepadanya dan duduk di dekatnya. Aku tidak sanggup menahan tangisku.

Rasul yang mulia bertanya, "mengapa engkau menangis ya Umar?" Umar menjawab, "bagaimana aku tidak menangis. Tikar ini telah menimbulkan bekas pada tubuh engkau, padahal Engkau ini Nabi Allah dan kekasih-Nya. Kekayaanmu hanya yang aku lihat sekarang ini. Sedangkan Kisra dan kaisar duduk di singgasana emas berbantalkan sutera".

Nabi berkata, "mereka telah menyegerakan kesenangannya sekarang juga; sebuah kesenangan yang akan cepat berakhir. Kita adalah kaum yang menangguhkan kesenangan kita untuk hari akhir. Perumpamaan hubunganku dengan dunia seperti orang yang bepergian pada musim panas. Ia berlindung sejenak di bawah pohon, kemudian berangkat dan meninggalkannya."

Indah nian perumpamaan Nabi akan hubungan beliau dengan dunia ini. Dunia ini hanyalah tempat pemberhentian sementara; tempat berteduh sejenak, untuk kemudian kita meneruskan perjalanan yang sesungguhnya.

Ketika anda pergi ke Belanda, biasanya pesawat akan transit di Singapura. Atau anda pulang dari Saudi Arabia, biasanya pesawat mampir sejenak di Abu Dhabi. Anggap saja tempat transit itu, yaitu Singapura dan Abu Dhabi merupakan dunia ini. Apakah ketika transit anda akan habiskan segala perbekalan anda ? Apakah anda akan selamanya tinggal di tempat transit itu ?
Ketika anda sibuk shopping ternyata pesawat telah memanggil anda untuk segera meneruskan perjalanan anda.

Ketika sedang terlena dan sibuk dengan dunia ini, tiba-tiba Allah memanggil anda pulang kembali ke sisi-Nya. Perbekalan anda sudah habis, tangan anda penuh dengan bungkusan dosa anda, lalu apa yang akan anda bawa nanti di padang Mahsyar.

Sisakan kesenangan anda di dunia ini untuk bekal anda di akherat.
Dalam tujuh hari seminggu, mengapa tak anda tahan segala nafsu, rasa lapar dan rasa haus paling tidak dua hari dalam seminggu.
Lakukan ibadah puasa senin-kamis. Dalam dua puluh empat jam sehari, mengapa tak anda sisakan waktu barang satu-dua jam untuk sholat dan membaca al-Qur'an.
8 jam waktu tidur .. mengapa tdk kita curi 15 menit saja untuk sholat tahajud.

"Celupkan tanganmu ke dalam lautan," saran Nabi ketika ada sahabat yang bertanya tentang perbedaan dunia dan akherat, "air yang ada di jarimu itulah dunia, sedangkan sisanya adalah akherat" .

Bersiaplah, untuk menyelam di "lautan akherat". Siapa tahu Allah sebentar lagi akan memanggil kita, Bila saat panggilan itu tiba, jangankan untuk beribadah, menangis pun kita tak akan punya waktu lagi.
-syahbana.blogspot.com-

@@ jangan sekedar dibaca sobat.... ada Hikmah & teladan yang harus dilakukan dalam kisah ini....

Kisah Sahabat Umar Yang Lucu & Mengharukan


~ CERITA UMAR BIN KHOTOB YANG MEMBUAT RASULULLAH TERTAWA DAN MENANGIS ~


Suatu ketika Rasululloh Saw berkumpul dengan para Sahabatnya, beliau bertanya kepada para sahabatnya,
“Siapa diantara kalian yang bisa membuat aku tertawa “? Saya Ya rosul jawab Umar bin khotob. 

Kemudian Sahabat Umar pun memulai ceritanya.” Dahulu sebelum aku mengenal Islam ,aku pernah Membuat Patung berhala dari Manisan , sewaktu aku lapar aku memakan berhala tersebut mulai dari kepalanya, terus tangannya hingga habis tak tersisa.” Mendengar cerita Umar Rosululloh Saw Tertawa hingga kelihatan gigi grahamnya,
Beliaupun bersabda” Dimana akal kalian waktu Itu ?” Umar Menjawab “Akal kami memang Jenius tapi waktu itu yang menciptakan alam menyesatkan kami”

Lalu Rasululloh berkata kepada Umar” Ceritakan kepadaku Hal yang membuat aku menangis ?"
Umarpun memulai ceritanya ” Dahulu aku punya seorang anak perempuan, aku ajak anak tersebut kesuatu tempat, Tiba ditempat yang aku tuju aku mulai menggali sebuah lubang, setiap kali tanah yang aku gali mengenai bajuku ,maka anak perempuanku membersihkannya. Padahal dia tidak mengetahuinya seseungguhnya lubang yang aku gali adalah untuk menguburnya hidup-hidup untuk persembahan berhala. Setelah selesai menggali lubang aku kubur anak perempuanku hidup-hidup.

Mendengar cerita itu Meneteslah air mata Rasululloh Saw begitupun dengan Umar menyesali perbuatan Jahiliyyahnya sebelum dia mengenal Islam.

Begitulah sekelumit cerita Umar bin khotob sebelum dia Mengenal Nabi Muhammad SAW , Umar terkenal sangat sadis dan kejam kepada siapa saja, begitu mengenal Rosululloh SAW hatinya luluh dan menjadi orang yang sangat sabar dan tawadhu.

Ditulis pada KISAH ROSULULLOH SAW

Hikmah :
- Masa lalu yang kelam tidak perlu menjadi kendala atau halangan untuk menjadi yang lebih baik. Sahabat Umar ra, dengan masa lalu jahiliyah yang begitu sadis & kejam, telah menjadi sahabat Rasul saw yang sangat patuh, displin, jujur & amanah.
- Sahabat Umar ra, dari yang di takuti kaum muslimin pada saat itu, memutarbalik menjadi yang di takuti kaum kafir, setelah memeluk Islam. Diceritakan, syetan pun menjadi takut ketika mendengar terompah Umar ra.
Dalam bahasa sederhana, Umar ra menebus kesalahan di masa lalunya.

Bagaimana dengan kita.......

http://1hati17an.blogspot.com/

Kisah Pertemuan Rasulullah saw dengan Iblis (Ringkasan)


15 Macam Orang Musuh Iblis ( adalah kawan Allah) &

10 Macam Orang Teman Iblis ( adalah musuh Allah)




















https://www.facebook.com/storiesofhikmah
  Telah diceritakan bahwa Allah S.W.T telah menyuruh iblis datang kepadaNabi Muhammad s.a.w agar menjawab segala pertanyaan yang baginda tanyakanpadanya. 
Pada suatu hari Iblis pun datang kepada baginda dengan menyerupaiorang tua yang baik lagi bersih, sedang ditangannya memegang tongkat.
Bertanya Rasulullah s.a.w, "Siapakah kamu ini ?"
Orang tua itu menjawab, "Aku adalah iblis."
"Apa maksud kamu datang berjumpa aku ?"
Orang tua itu menjawab, "Allah menyuruhku datang kepadamu agar kaubertanyakan kepadaku."

Baginda Rasulullah s.a.w lalu bertanya, "Hai iblis, berapa banyakkahmusuhmu dari kalangan umat-umatku ?"
Iblis menjawab, "Lima belas."
  1. Engkau sendiri haiMuhammad.
  2. Imam dan pemimpin yangadil.
  3. Orang kaya yang merendahdiri (tawadlu')
  4. Pedagang yang jujur danamanah.
  5. Orang alim yang mengerjakansholat dengan khusyuk.
  6. Orang Mukmin yang memberinasihat.
  7. Orang yang Mukmin yangberkasih-sayang.
  8. Orang yang tetap dan cepatbertaubat.
  9. Orang yang menjauhkan diridari segala yang haram.
  10. Orang Mukmin yang selaludalam keadaan suci.
  11. Orang Mukmin yang banyakbersedekah dan suka menolong.
  12. Orang Mukmin yang baik budidan akhlaknya.
  13. Orang Mukmin yang bermanfaatkepada orang.
  14. Orang yang hafal al-Qur'anserta selalu membacanya.
  15. Orang yang berdiri melakukansholat di waktu malam sedang orang-orang lain semuanya tidur.
Kemudian Rasulullah s.a.w bertanya lagi, "Berapa banyakkah temanmu dikalangan umatku ?"
Jawab iblis, "Sepuluh golongan :-
  1. Hakim yang tidak adil.
  2. Orang kaya yang sombong.
  3. Pedagang yang khianat.
  4. Orang pemabuk/peminum arak.
  5. Orang yang memutuskan talipersaudaraan.
  6. Pemilik harta riba'.
  7. Pemakan harta anak yatim.
  8. Orang yang selalu lengahdalam mengerjakan sholat/sering meninggalkan solat.
  9. Orang yang engganmemberikan zakat/kedekut.
  10. Orang yang selaluberangan-angan dan khayal dengan tidak ada faedah.
 Mereka semua itu adalah sahabat-sahabatku yang setia."

Itulah di antara pembicaraan Nabi Muhammad saw dan iblis. 
Seharusnyalah kita memahami & menancapkan bahwa sesungguhnya 
Iblis itu adalah musuh manusia yang nyata. 
Seandainya kita tidak menganggap musuh, tetap saja Iblis dan anak-anaknya 
(yaitu para syetan baca di Fp : Kehebatan Doa, Dzikir & Shalawat Nabi saw, tentang anak-anak Iblis*) 
akan menggoda & menghancur manusia yang notabennya seperti yang telah disebutkan diatas. 

Jika anda masuk golongan yang 10 macam, berarti tidak perlu kuatir. Teman sendiri (bolo dewe) kata Iblis. 
Tapi jika anda masuk golongan yang 15 macam, berhati-hatilah ! bagaimanapun anda sudah di cap sebagai musuh oleh Iblis. Jika kita mampu & berhasil melalui setiap ujian, insya Allah, secara otomatis anda akan berkawan dengan Allah & Rasulnya. Janji Allah akan kemuliaan Dunia & akhirat akan nyata.

Oleh sebab itu, banyak-banyaklah berdzikir & berdoa memohon perlindungan kepada Allah ( Doa Ta'awwudz - lihat di Fp Kehebatan Doa) agar kita dijaga dan dilindungi Allah dari setiap kedatangan mereka.

Dari untuk itu hendaklah kitaselalu berhati-hati jangan sampai kita menjadi kawan iblis,
karena barangsiapa yangmenjadi " KAWAN Iblis " yang jelas akan menjadi musuh Allah. 
Demikianlah sebaliknya,barangsiapa yang menjadi " MUSUH Iblis " berarti menjadi kawan kekasih Allah.

PENDERITAAN YANG DIALAMI OLEH ABU HURAIRAH


PENDERITAAN  YANG DIALAMI OLEH ABU HURAIRAH

Pada suatu hari Abu Hurairah sedang membersihkan hidungnya dengan sehelai sapu tangan yang cantik. Kemudian dia berbicara seorang diri. 
"Hai, lihatlah akan Abu Hurairah, dia membersihkan hidungnya dengan sehelai sapu tangan yang cantik. 
Teringat aku semasa aku biasanya berbaring di antara mimbar dengan rumah Nabi saw. Orang menyangka aku menghidap penyakit sawan.
Tetapi sebenarnya aku sedang menderita kelaparan."

Abu Hurairah mengalami kelaparan selama beberapa hari. Kadang-kadang kelaparan yang dihadapinya begitu dahsyat hingga ia jatuh pngsan. Orang yang melihat keadaannya menyangka ia terkena penyakit sawan.

Pada masa itu penderita-penderita penyakit sawan diobati dengan meletakkan kaki di lehernya. Penderitaan Abu Hurairah ini berlaku semasa Islam mula bertapak di Tanah Arab.
Apabila Islam telah tersebar dengan luasnya, keadaan hidupnya agak mewah sedikit.

Dia merupakan seorang yang sangat wara' dan suka menunaikan shalat-shalat nafilah. Dia mempunyai sebuah wadah yang penuh dengan biji-biji buah tamar yang digunakan untuk berdzikir. Di rumahnya sentiasa terdapat orang yang sibuk sholat dan berdzikir.

--- Sobat ini merupakan sebuah gambaran yang bisa kita teladani. Seorang sahabat Nabi yang terkenal "Otaknya Gudang Pengetahuan" sering mengalami kelaparan. Bukti kehidupan Zuhudnya.
---- Bagaimana dengan kita...? yang tiap hari masih bisa makan enak, apakah pantas berkeluh kesah terus....!
Syukuri hidup ini.

Jika ingin tahu "Sejarah Abu Hurairah ra secara lengkap, ikuti terus postingannya.

Semoga bermanfaat....

http://1hati17an.blogspot.com/

KISAH NABI ILYAS AS & Keabadiannya


KISAH NABI ILYAS AS

-- Diberi Keabadian Karena Ingin Terus Berdzikir --


Ketika sedang beristirahat datanglah malaikat kepada Nabi Ilyas A.S. Malaikat itu datang untuk menjemput ruhnya. Mendengar berita itu, Ilyas menjadi sedih dan menangis.

"Mengapa engkau bersedih?" tanya malaikat maut.
"Tidak tahulah." Jawab Ilyas.
"Apakah engkau bersedih kerana akan meninggalkan dunia dan takut menghadapi maut?" tanya malaikat.
"Tidak. Tiada sesuatu yang aku sesali kecuali kerana aku menyesal tidak boleh lagi berdzikir kepada Allah, sementara yang masih hidup boleh terus berdzikir memuji Allah," jawab Ilyas.

Saat itu Allah lantas menurunkan wahyu kepada malaikat agar menunda pencabutan nyawa itu dan memberi kesempatan kepada

Nabi Ilyas berdzikir sesuai dengan permintaannya.

Nabi Ilyas ingin terus hdup semata-mata kerana ingin berdzikir kepada Allah. Maka berzikirlah Nabi Ilyas sepanjang hidupnya.
"Biarlah dia hidup di taman untuk berbisik dan mengadu serta berzikir kepada-Ku sampai akhir nanti." Kata Allah.

....Bagaimana sobat..! masih tidak senang dzikir.
Kalau kita sebagai orang biasa insya Allah, akan diberi umur panjang & sehat.
Baca rahasia Dzikir dapat mencerdaskan "otak" pada Fp :https://www.facebook.com/kehebatandoa

Gabung dan sukai halaman ini.

http://1hati17an.blogspot.com/

Hikmah Meneladani Sejarah Abu Bakar ra


Hikmah Meneladani Sejarah Abu Bakar ra

Jika anda membaca dengan seksama, sejarah Sahabat Abu Bakar 1,2,3 akan ditemukan sebuah kekuatan yang sangat besar, yaitu CINTA. Jika ditarik kesimpulan, akan tersusun seperti ini :
Foto: <--- Hikmah Meneladani Sejarah Abu Bakar ra  -->

Jika anda membaca dengan seksama, sejarah Sahabat Abu Bakar 1,2,3 akan ditemukan sebuah kekuatan yang sangat besar, yaitu CINTA. Jika ditarik kesimpulan, akan tersusun seperti ini :

1. Cinta seorang sahabat pada Nabinya, telah melahirkan pribadi yang sangat langkah & sulit dicari tandingannya.

2. Cinta kepada Nabi saw yang begitu besar, akan melahirkan keimanan yang besar pula.
    
3. Cinta tidak sebatas ucapan, tapi dengan perbuatan & pemikiran. Artinya jika Cinta itu mengakar akan menggerakan semua perbuatan & pikiran untuk yang dicintai. Karena yang dicintai manusia pilhan Allah, yaitu Rasulullah Muhammad saw yang merupakan rahmat alam. Secara otomatis, apa yang dipikir, dilakukan, dirasakan oleh Rasul menyatu di diri sahabat. Betapa indahnya kekuatan cinta sahabat pada Nabinya.
    
4. Sahabat Abu Bakar ra adalah saudagar yang dermawan, semenjak Islam semua hartanya di nafkahkan di jalan Allah seluruhnya, sedangkan keluarganya tidak bersisa kecuali Allah & Rasulnya. Oleh sebab itu, rasul menyanjungnya "bahwa iman abu bakar lebih berat dari iman seluruh umat islam". Kesimpulannya dengan Harta, kita bisa meningkatkan IMAN  dengan "AMAL" di jalan Allah. Makin besar yang kita keluarkan, makin besar pula ukuran iman kita.
    
5. Dedikasi (pengabdian) abu bakar terbukti dengan mengikuti Rasul kemana saja Allah memerintah & membelanya Rasul dari segala bahaya kaum kafir. Serta siap mengorbankan dirinya, demi orang yang dicintai yaitu Rasul. Loyalitas (kesetiaan) seperti ini sangat jarang dimasa ini. Dua sifat ini melahirkan sifat-sifat ;
    
6. Tegas & Teguh dalam memegang sesuatu yang diyakini. Walaupun seribu musuh menghadangnya. Bayangkan hari ini, hanya karena uang, wanita & tahta semua akan dilunturkan. Iman bisa digadaikan.
    
7. Tidak mementingkan diri sendiri. Kejadian di Gua Tsur membuktikan bahwa Abu Bakar sangat memikirkan Rasul melebihi dirinya sendiri. Bayangkan jika umat Islam Indonesia seperti ini, insya Allah, korupsi dan lain-lain akan hilang & tersingkir.
    
8. Kemuliaan jiwa, kesetiaan (loyalitas) & Pengabdian (dedikasi) serta kemurahan (loman) dalam hal harta, merupakan sarat mutlak tipekel "SEORANG PEMIMPIN".
    
9. Sifat berikutnya adalah : Zuhud yaitu mencintai kehidupan akhirat, tapi tidak meninggalkan urusan dunia. Pada diri Abu Bakar telah tertanam Cinta kepada kehidupan akhirat. Sehingga dalam menghadapi apapun urusan dunia ataupun urusan pemerintahan, selalu memkirkan agama & rakyat miskin. Otomatis lahirlah jiwa yang peduli, kasih sayang, mengerti & siap dikritik serta mau mengakui kekurangannya.

Untuk sementara sekian dulu, jika Allah memberi hidayah & petunjuk akan kami sajikan HIKMAH-HIKMAH meneladani sahabat-sahabat Nabi saw.

Semoga bermanfaat..... sekiranya dapat dijadikan referensi merubah tatanan umat islam pada khususnya. dan rakyat Indonesia pada umumnya.

Sekali lagi "Bangunlah Jiwa Rakyat Indonesia" dengan sifat-sifat para sahabat Nabi saw, terutama para Calon pemimpin yaitu generasi muda.

wassalam

jika anda senang silakan gabung di Fp ini.
Jika menyukai silakan LIKE/SUKA
Jika ingin bermanfaat & pahala silahkan SHARE/BAGI
1. Cinta seorang sahabat pada Nabinya, telah melahirkan pribadi yang sangat langkah & sulit dicari tandingannya.

2. Cinta kepada Nabi saw yang begitu besar, akan melahirkan keimanan yang besar pula.

3. Cinta tidak sebatas ucapan, tapi dengan perbuatan & pemikiran. Artinya jika Cinta itu mengakar akan menggerakan semua perbuatan & pikiran untuk yang dicintai. Karena yang dicintai manusia pilhan Allah, yaitu Rasulullah Muhammad saw yang merupakan rahmat alam. Secara otomatis, apa yang dipikir, dilakukan, dirasakan oleh Rasul menyatu di diri sahabat. Betapa indahnya kekuatan cinta sahabat pada Nabinya.

4. Sahabat Abu Bakar ra adalah saudagar yang dermawan, semenjak Islam semua hartanya di nafkahkan di jalan Allah seluruhnya, sedangkan keluarganya tidak bersisa kecuali Allah & Rasulnya. Oleh sebab itu, rasul menyanjungnya "bahwa iman abu bakar lebih berat dari iman seluruh umat islam". Kesimpulannya dengan Harta, kita bisa meningkatkan IMAN dengan "AMAL" di jalan Allah. Makin besar yang kita keluarkan, makin besar pula ukuran iman kita.

5. Dedikasi (pengabdian) abu bakar terbukti dengan mengikuti Rasul kemana saja Allah memerintah & membelanya Rasul dari segala bahaya kaum kafir. Serta siap mengorbankan dirinya, demi orang yang dicintai yaitu Rasul. Loyalitas (kesetiaan) seperti ini sangat jarang dimasa ini. Dua sifat ini melahirkan sifat-sifat ;

6. Tegas & Teguh dalam memegang sesuatu yang diyakini. Walaupun seribu musuh menghadangnya. Bayangkan hari ini, hanya karena uang, wanita & tahta semua akan dilunturkan. Iman bisa digadaikan.

7. Tidak mementingkan diri sendiri. Kejadian di Gua Tsur membuktikan bahwa Abu Bakar sangat memikirkan Rasul melebihi dirinya sendiri. Bayangkan jika umat Islam Indonesia seperti ini, insya Allah, korupsi dan lain-lain akan hilang & tersingkir.

8. Kemuliaan jiwa, kesetiaan (loyalitas) & Pengabdian (dedikasi) serta kemurahan (loman) dalam hal harta, merupakan sarat mutlak tipekel "SEORANG PEMIMPIN".

9. Sifat berikutnya adalah : Zuhud yaitu mencintai kehidupan akhirat, tapi tidak meninggalkan urusan dunia. Pada diri Abu Bakar telah tertanam Cinta kepada kehidupan akhirat. Sehingga dalam menghadapi apapun urusan dunia ataupun urusan pemerintahan, selalu memkirkan agama & rakyat miskin. Otomatis lahirlah jiwa yang peduli, kasih sayang, mengerti & siap dikritik serta mau mengakui kekurangannya.

Untuk sementara sekian dulu, jika Allah memberi hidayah & petunjuk akan kami sajikan HIKMAH-HIKMAH meneladani sahabat-sahabat Nabi saw.

Semoga bermanfaat..... sekiranya dapat dijadikan referensi merubah tatanan umat islam pada khususnya. dan rakyat Indonesia pada umumnya.

Sekali lagi "Bangunlah Jiwa Rakyat Indonesia" dengan sifat-sifat para sahabat Nabi saw, terutama para Calon pemimpin yaitu generasi muda.

wassalam

http://1hati17an.blogspot.com/